Menggagas Inovasi Berbasis Potensi Lokal Dengan Mengembangkan Teh Herbal Daun Kelor Sebagai Produk Unggulan Desa Tambak Sari
Main Article Content
Abstract
Pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal menjadi salah satu strategi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Di Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, tanaman kelor (Moringa oleifera ) yang tumbuh subur selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T), dilakukan pengembangan teh herbal daun kelor sebagai inovasi berbasis sumber daya lokal. Kegiatan ini dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan kelompok ibu-ibu PKK dalam proses pemetikan, pemilahan, pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan produk. Hasil menunjukkan bahwa teh herbal daun kelor memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan karena kandungan gizi dan manfaat kesehatannya yang tinggi, serta adanya antusiasme masyarakat dalam memproduksi dan memasarkan produk. Selain itu, teh herbal daun kelor berpotensi menjadi produk unggulan desa yang bernilai ekonomi tinggi dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, produk ini dapat menjadi ikon unggulan ekonomi Desa Tambak Sari yang berkelanjutan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Anwar, F., Latif, S., Ashraf, M., & Gilani, A. H. (2007). Moringa oleifera: A food plant with multiple medicinal uses. Phytotherapy Research , 21(1), 17–25. https://doi.org/10.1002/ptr.2023
[ 2] Badan Pusat Statistik Kecamatan Poto Tano. (2023). Statistik Desa Tambak Sari 2023 . Sumbawa Barat: BPS Kecamatan Poto Tano.
[ 3] Hasanah, U., & Prasetyo, A. (2022). Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera ) sebagai produk pangan fungsional di wilayah pedesaan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat , 28(3), 123–130. https://jurnal.unpad.ac.id/jpm/article/view/39287
[ 4] Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (2021). Pedoman Pengembangan Produk Unggulan Desa . Jakarta: Kementerian Desa PDTT. https://www.kemendesa.go.id/assets/files/regulasi/Pedoman_Pengembangan_Produk_Unggulan_Desa_2021.pdf
[ 5] Rahayu, S., Lestari, D., & Wulandari, T. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk herbal berbasis kelor di Desa Sukamaju. Jurnal Abdimas , 24(2), 89–97. https://doi.org/10.20961/jabdimas.v24i2.12856
[ 6] Sutrisno, E., Yulianti, R., & Kusuma, H. (2019). Perkembangan pasar teh herbal di Indonesia: Tren konsumsi dan peluang pengembangan. Jurnal Agribisnis Indonesia , 7(1), 45–53. https://doi.org/10.29244/jai.7.1.45-53