Transformasi Kohe Sapi Menjadi Pupuk Organik Berkualitas: Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan Di Desa Kelanir
Main Article Content
Abstract
Pupuk organik merupakan solusi penting dalam menjawab tantangan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Limbah peternakan seperti kotoran sapi (kohe sapi) yang sering dianggap sebagai masalah, sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai bahan dasar pupuk organik berkualitas tinggi. Artikel ini membahas proses transformasi kohe sapi menjadi pupuk organik dengan menambahkan bahan-bahan alami seperti sekam mentah, air cucian beras, EM4, dan air bersih. Metode ini tidak hanya mudah dilakukan oleh petani, tetapi juga menghasilkan pupuk yang kaya akan unsur hara dan mikroorganisme yang berguna bagi kesuburan tanah. Penelitian sederhana ini menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan limbah lokal, petani dapat menekan biaya produksi, meningkatkan hasil pertanian, dan menjaga kelestarian lingkungan secara bersamaan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
. Balai Penelitian Tanah. (2015). Teknologi Pupuk Organik dan Pemupukan Ramah Lingkungan. Kementerian Pertanian RI.
. Handayani, T., & Wulandari, N. (2020). Pengaruh pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman hortikultura. Jurnal Agroteknologi Tropika, 8(2), 101–109.
. Hidayat, M. (2019). Efektivitas EM4 dalam pembuatan kompos dari limbah organik rumah tangga. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 11(1), 55–62.
. Krisnawati, E., & Sari, D. P. (2021). Pengaruh penggunaan air cucian beras terhadap kualitas kompos. Jurnal Pertanian Organik, 5(3), 44–51.
. Prasetyo, B. H., & Subagyo, H. (2006). Tanah sebagai Media Tumbuh Tanaman. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.
. Rahmawati, E. (2017). Pemanfaatan kotoran ternak untuk pembuatan pupuk organik padat. Jurnal Inovasi Pertanian, 2(1), 34–41.
. Sutedjo, M. M. (2002). Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.
. Wididana, G. N. (2001). Effective Microorganisms untuk Pertanian Berkelanjutan. Jakarta: Bumi Aksara.